Liputan6.com, Jakarta - Hari Jumat merupakan hari yang sangat istimewa dalam agama Islam dan dikenal sebagai Sayyidul Ayyam atau penghulu segala hari. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah membaca Surat Al-Kahfi. Para ulama menganjurkan amalan ini mengingat besarnya keutamaan membaca surat Al-Kahfi di hari Jumat.
Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jumat." (HR. Al-Hakim, no. 3392; dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 6470).
Surah al-Kahfi dalam Mushaf Utsmani berada pada urutan ke-18 dari 114 surah. Surah ini menempati urutan ke-68 dari surah yang diturunkan, sesudah surah al-Ghasyiyah dan sebelumnya al-Insyirah. Surat ini termasuk surat makkiyah yang terdiri dari 110 ayat.
Dalam Buku Rahasia dan Hikmah Surah al-Kahf karya Syekh Yasir Qadhi, dijelaskan terdapat empat kisah penuh hikmah dalam surah al-Kahfi, yaitu tentang Ashabul Kahfi, laki-laki pemilik dua kebun, Nabi Musa AS. dan Nabi Khidhir AS, serta Dzulqarnain.
1. Dipancarkan Cahaya di Antara Dua Jumat
Merujuk Jurnal Pembacaan Surat al-Kahfi di kalangan Muslim Indonesia, karya Zainuddin, dkk, muslim memaknai pembacaan surat al-Kahfi sebagai ibadah untuk meraih pahala. Disamping itu sebagai bentuk perlindungan diri dari fitnah Dajjal, dan untuk mendapatkan ketenangan dan ketentraman hati.
Berikut ini adalah keutamaan membaca surat Al-Kahfi, merujuk dua sumber di atas dan merangkum sumber tepercaya lainnya:
Dipancarkan Cahaya di Antara Dua Jumat
Membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat akan memancarkan cahaya dari dirinya hingga Jumat berikutnya. Cahaya ini diartikan sebagai petunjuk, kemudahan, dan penjagaan dari Allah SWT dalam menjalani kehidupan.
Nabi SAW bersabda: