
Kata pengantar sering kita temukan pada halaman awal karya ilmiah. Apa isi dari kata pengantar dan bagaimana cara menyusunnya?
—
Coba deh, kamu buka buku pelajaranmu. Setelah sampul atau cover, kamu akan melihat sebuah halaman yang berjudul kata pengantar. Bagian ini sering dianggap remeh oleh pembaca. Padahal, kata pengantar memiliki beberapa fungsi penting, lho, salah satunya meningkatkan kredibilitas penulis di mata pembaca.
Apakah kamu masih mengalami kesulitan ketika membuat kata pengantar? Di artikel ini, kita akan membahas cara dan contoh menulis kata pengantar yang benar sesuai strukturnya.
Selamat belajar!
Pengertian Kata Pengantar
Kata pengantar adalah bagian awal dari sebuah karya ilmiah. Di dalamnya, terdapat ucapan syukur dan terima kasih dari penulis terhadap pihak-pihak yang membantu penyusunan karya ilmiah tersebut. Penulis juga memberi penjelasan singkat tentang isi dari karyanya. Tak lupa, penulis membuka kesempatan bagi pembaca untuk menyampaikan kritik serta saran mereka.
Kamu mungkin penasaran, kenapa sih dinamakan ‘kata pengantar’? Selain berada di pendahuluan karya ilmiah, bagian ini bersifat sebagai pembuka atau pengantar sebelum masuk ke bab selanjutnya.
Baca juga: Pedoman Penulisan Daftar Pustaka Menurut APA Style
Fungsi Kata Pengantar
Fungsi atau tujuan dari kata pengantar, antara lain:
- Menyampaikan rasa hormat terhadap pihak yang terlibat dalam pembuatan karya tulis ilmiah.
- Menjelaskan gambaran atau informasi umum dari karya ilmiah.
- Menarik minat seseorang untuk membaca keseluruhan buku atau karya ilmiah.
- Menyampaikan permohonan maaf, kritik, serta saran atas kekurangan yang ada dalam karya ilmiah.
Struktur Kata Pengantar
Kata pengantar terdiri dari 3 struktur, yaitu pembuka, isi, dan penutup.
1. Pembuka
Pada kalimat pembuka, penulis menyampaikan rasa syukur karena berhasil menyelesaikan karya ilmiah. Rasa syukur ini ditujukan kepada Tuhan. Jika kamu mendapat banyak bantuan dari beberapa pihak, kamu bisa men...