5 Contoh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Indonesia dan Tujuannya — Materi mengenai lembaga keuangan bank merupakan salah satu pembahasan yang tidak bisa dilewatkan jika mempelajari ekonomi.
Biasanya pembahasan mengenai topik bank perkreditan rakyat atau BPR akan siswa kelas 10 SMA pelajari pada topik uang dan bank.
Nah, agar kamu memahami materi ini dengan baik, maka berikut Mamikos sajikan pengertian, fungsi, tujuan, jenis serta contoh bank perkreditan rakyat. Simak ya!
Definisi Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
Sebelum mempelajari mengenai contoh bank perkreditan rakyat, kita pelajari dulu yuk mengenai pengertian bank perkreditan rakyat.
Menurut laman resmi OJK, BPR merupakan bank yang melakukan aktivitas usaha baik secara konvensional atau syariah yang pada kegiatannya tidak memberikan layanan dalam lalu lintas pembayaran.
Dari penjelasan di atas bisa kita simpulkan kalau ruang lingkup layanan BPR ternyata jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan bank umum sebab BPR tidak diperkenankan menerima simpanan giro, valas, apalagi perasuransian.
Baca Juga :
5 Kegiatan Usaha yang Dilakukan Oleh Bank Sentral beserta Penjelasannya
Fungsi Bank Perkreditan Rakyat
Nah, tadi Mamikos sempat menyinggung sedikit mengenai kegiatan usaha yang tidak boleh dilakukan BPR.
Sebelum kita menyimak contoh bank perkreditan rakyat, cari tahu dulu yuk fungi BPR atau kegiatan usaha BPR itu apa saja lewat uraian yang Mamikos rangkum dari laman OJK berikut!
- BPR dapat mengumpulkan dana yang diperoleh dari masyarakat dalam bentuk deposito yang berjangka, tabungan, mau...