Assassins Creed Shadows Ingin Mengulang Kesuksesan Ghost of Tsushima

Sudah “dimasak” lama di studio, Assassin’s Creed Shadows setidaknya sudah masuk ke umur development selama 4 tahun di Ubisoft. Antusias dan harapan yang tinggi dari fans mungkin jadi pisau bermata dua bagi game ini.

Sebelum perilisannya, sayangnya Assassin’s Creed Shadows sudah menuai banyak kontroversi dari banyak pihak. Sebenarnya masalahnya relatif sepele, hanya saja memang dibesarkan banyak orang di sosial media dan bahkan dibanding-bandingkan dengan game lain, salah satunya Ghost of Tsushima.



Secara garis besar memang Ghost of Tsushima merupakan game “Assassin’s Creed” terbaik yang rilis belakangan ini. Cerita yang solid, art style keren, juga mekanik stealth maupun combat yang crispy jadi nilai jual utama.

Ghost of Tsushima juga sukses dalam mengangkat sejarah Jepang, terutama Pulau Tsushima dan konflik dengan Mongol yang mana tidak sering diangkat di video games. Sebagai surat cinta kepada director terbaik Jepang, Akira Kurosawa, Ghost of Tsushima adalah paduan yang tepat antara video games dan film.

Tentunya Ubisoft melihat bagaimana studio lain dalam kasus ini Sucker Punch bisa membuat game yang respect kepada sumber mereka dan mampu mengantarkan sejarah juga seni menggunakan video game sebagai medium.