Liputan6.com, Jakarta - Kei car listrik terbaru BYD, Racco telah resmi diperkenalkan di Japan Mobility Show (JMS) 2025, pada Oktober lalu. Model ini, cukup jadi bahan perbincangan pecinta otomotif, termasuk di Indonesia.
Lalu, apakah ada peluang BYD Racco ini dipasarkan di Indonesia?
Luther T Panjaitan, Head of Public and Government Relation BYD Motor Indonesia mengatakan, Racco memang mendapatkan respons cukup tinggi, khususnya karena baru diluncurkan di Jepang.
"Sekali lagi, karena itu adalah made in BYD langsung, sangat possible untuk dibawa (ke Indonesia)," jelas Luther, saat ditemui di arena GJAW 2025, di ICE, BSD, Tangerang, Banten.
Lanjut Luther, untuk membawa BYD Racco memang masih perlu dipelajari pasarnya. Pasalnya, untuk segmen kei car sendiri, di Indonesia belum ada model yang dihadirkan.
"Kita perlu ada studi yang mendalam, sementara kita masih fokus dengan unit yang sekarang. Tapi, di tahun depan, kita akan bawa beberapa produk yang menarik," tegas Luther.
Sementara itu, BYD Racco juga menjadi produk pertama BYD yang dirancang khusus untuk pasar luar negeri.
Mobil listrik mungil ini dijadwalkan meluncur resmi pada musim panas 2026 mendatang.
Secara tampilan, BYD Racco tampil dengan desain khas kei car Jepang: bodi tegak dan kotak dengan dimensi ringkas.
Mobil ini memiliki empat pintu, di mana pintu belakangnya mengusung model geser, solusi cerdas untuk memaksimalkan akses di area perkotaan yang sempit.