Liputan6.com, Jakarta - Sudah sepantasnya kita sebagai makhluk ciptaan Allah untuk senantiasa mendekatkan diri dengan berdoa kepada- Nya. Sebagaimana perintah berdoa yang terdapat dalam QS. Ghafir ayat 60,
ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Artinya: “Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”
Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa Allah akan mengabulkan setiap keinginan bagi hamba-nya yang tulus dalam berdoa, termasuk perihal meminta jodoh.
Namun, ketika kita menyukai seseorang, kemudian berharap dan ber-doa minta jodoh dengan menyebut namanya, apakah hal itu diperbolehkan dan tidak berlawanan dengan akhlak kita terhadap Allah?