Cara Cek Porsi Haji agar Tahu Estimasi Tahun Keberangkatan

Liputan6.com, Jakarta Ibadah haji yang merupakan rukun Islam kelima adalah puncak perjalanan spiritual bagi setiap Muslim yang mampu secara fisik dan finansial. Indonesia yang dikenal sebagai negara muslim terbesar di dunia memiliki jumlah jemaah haji sangat besar. Bahkan pendaftar haji bisa menunggu hingga 40 tahun untuk bisa beribadah ke Tanah Suci. Hal ini membuat banyak orang telah mendaftar haji sejak usia belia agar bisa menunaikan haji saat memasuki usia tua. Para pendaftar ini juga rajin melakukan cek porsi haji karena penasaran kapan kira-kira mereka akan pergi ke Baitullah.

Lama antrean ini disebabkan oleh kuota haji yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi terbatas, sementara jumlah pendaftar terus meningkat dari tahun ke tahun. Selain itu, adanya prioritas bagi jemaah lansia, pendamping, serta mereka yang keberangkatannya tertunda akibat pandemi, turut memanjang­kan daftar tunggu. Dalam situasi ini, memahami cara cek porsi haji sangat penting untuk mengetahui estimasi keberangkatan. Mengetahui jadwal perkiraan ini membantu calon jemaah mempersiapkan diri secara fisik, finansial, hingga spiritual, termasuk memperbanyak sholawat haji dan memahami rukun haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Apa Itu Nomor Porsi Haji dan Mengapa Penting?

Setiap calon jemaah yang telah menyetorkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) di bank penerima resmi akan mendapatkan nomor porsi haji. Nomor tersebut berisi 10 digit unik yang menjadi bukti sah bahwa seseorang telah masuk antrean keberangkatan. Nomor porsi ini tercantum dalam Bukti Setoran Awal Biaya Haji (SPPH) yang diterbitkan bank.

Nomor porsi berfungsi layaknya identitas administrasi calon jemaah. Tanpa nomor tersebut, seseorang belum dianggap resmi terdaftar sebagai peserta haji reguler. Oleh karena itu, menyimpan nomor ini dengan baik sanga...