Custom ROM Android, Masih Diperlukan di Tahun 2025?

Custom ROM Android – Kebebasan yang ditawarkan Android sebagai sistem operasi perangkat mobile adalah kemampuan untuk “oprek” ROM bisa dilakukan siapa saja. Di awal Android rilis, skema oprek-mengoprek sistem sudah menjadi keseharian yang lumrah dilakukan.

Membuka kunci bootloader, terutama pada HP Xiaomi di kala ini yang gampang-gampang susah masih membekas dengan jelas dalam ingatan saya. Seperti yang kita ketahui, kebanyakan OS atau ROM bawaan brand terkadang tidak memiliki kinerja yang sesuai keinginan. Mulai dari tampilan yang membosankan, hingga kinerja yang terhambat karena OS seperti MIUI terlalu ‘bloated’ dengan banyaknya aplikasi bawaan dan fitur sampah.

Custom ROM dan root adalah jawaban di kala itu. Dengan memasang ROM sendiri, kita bisa merasakan pengalaman memakai sistem operasi yang jauh lebih ringan, sesuai kemauan kita, dengan tampilan yang mirip ponsel lain pula (seperti Pixel misalnya).

Memasang custom ROM juga bukan untuk semua pengguna Android. Ia sudah menjadi semacam hobi yang niche diantara sekumpulan pengguna yang ingin merasakan open-source yang sesungguhnya. Komunitasnya sendiri juga cukup besar untuk ukuran sebuah hobi ‘aneh’. Hanya saja, pelan namun pasti, pelaku dan pengembang custom ROM sudah semakin jarang ditemukan.

ROM yang benar-benar stabil hanya tinggal beberapa. Pilihannya antara LineageOS, GrapheneOS, PixelOS dan mungkin beberapa nama besar lainnya. Skema oprek-mengoprek yang dulunya ramai kini sudah mulai terlihat jarang sekali peminatnya. Ada apa?

Custom ROM Android Apakah Masih Diperlukan?

custom rom android