Director Stellar Blade Bilang Jika AI Wajib Digunakan Untuk Bersaing Lawan China dan US

Di tengah kekhawatiran soal daya saing industri kreatif Korea Selatan, CEO Shift Up sekaligus sutradara Stellar Blade, Kim Hyung-tae, menyuarakan pandangan tegas: tanpa AI, industri game Korea akan kesulitan bertahan di panggung global.

Pernyataan tersebut disampaikan Kim dalam forum nasional bertajuk “Strategi Pertumbuhan Ekonomi 2026” yang digelar pada 9 Januari. Acara ini dipimpin langsung oleh Presiden Korea Selatan dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, dengan Kim hadir sebagai perwakilan sektor swasta dari industri game.

Dalam paparannya, Kim secara terbuka mengakui adanya tekanan besar dari Tiongkok. Bukan soal ide atau kreativitas, melainkan kekuatan sumber daya manusia dalam skala masif. Ia menggambarkan kondisi yang timpang: satu proyek game di Shift Up biasanya digarap oleh sekitar 150 orang, sementara studio-studio di Tiongkok bisa mengerahkan 1.000 hingga 2.000 tenaga kerja untuk satu judul.


Dengan sekitar 80 persen pendapatan Shift Up berasal dari pasar luar negeri, Kim menilai persaingan dengan game buatan Tiongkok sudah tak terhindarkan. Dalam situasi seperti ini, ia menyebut bahwa Korea Selatan tidak mungkin menang jika hanya mengandalkan cara konvensional—baik dari sisi kuantitas konten maupun kecepatan produksi.

Baca ini juga :
» Shift Up Minta Maaf Soal Artwork yang Dianggap Menghina “Batang” Pria Korea
» Sukses Capai Penjualan 3 Juta Kopi, Shift Up Hadiahkan 300 Pegawai Mereka Nintendo Switch 2!
» Stellar Blade Rilis Demo Via Steam, Bisa Kalian Coba Langsung!
» Shift Up Sedang Memasak Stellar Blade 2, Paling Lambat Diumumkan 2027
» Stellar Blade Terkena Blokir Di Beberapa Negara, Shift Up Yakinkan Masalah Ini Cepat Selesai

Alih-alih melihat AI sebagai musuh tenag...