Tensi tinggi terjadi antara China dan Jepang di dunia politik karena bersitegang dengan kedua negara dan Taiwan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan jika China memutuskan untuk mengambil paksa Taiwan, Jepang mungkin akan ikut turun tangan. Hal ini mengundang respon yang dianggap berlebihan dari diplomat China untuk Osaka, Jepang. Xue Jian sebagai diplomat China untuk Osaka secara tidak langsung memberikan ancaman kepada Perdana Menteri Jepang untuk memenggal kepalanya.
Baca ini juga :» Cloudflare Didenda Rp53,2 Miliar oleh Pengadilan Jepang Karena Fasilitasi Pembajakan Manga
» Tiongkok Buat Aturan Baru Untuk Influencer, Tidak Boleh Bahas Topik Sensitif Tanpa Gelar Atau Pengetahuan Lanj
» Belanja di Jepang Sudah Bisa Dengan QRIS! Akhir 2025 Juga Akan Bisa Bebas Belanja Di Tiongkok
» China Melakukan BAN Terhadap OnlyFans Karena Dianggap “Korup Dan Penyakit khas Amerika”
» Jepang Pecahkan Rekor Internet Dunia Dengan Kecepatan 1,02 Petabits per Detik
Karena hal ini hubungan kedua negara semakin memanas dan Xue Jian banyak diminta orang mendapatkan status persona non grata. Tetapi hal ini tidak hanya memanas di kancah politik, sosiopolitik, dan hubungan bilateral kedua negara saja. Industri video game game Jepang juga ikut terkena dampaknya. Paska masalah ini, terlihat beberapa perusahaan video game Jepang yang go public dengan saham mereka, terkena tren penurunan nilai saham. Perusahaan seperti Capcom, Bandai Namco, dan lainnya nilai sahamnya turun.

Tapi memang tren turun ini rasanya hanya bersifat impulsif saja karena beberapa waktu kemudan terlihat saham naik lagi perlahan. Hal ini wajar karena adanya hal yang cukup sensitif terjadi terutama yang melibatkan...