Interview Junya Ishizaki, Director of Elden Ring Nightreign

Melanjutkan hands-on eksklusif Elden Ring Nightreign pada 4 Februari lalu, KotakGame beserta beberapa media lain juga diundang untuk menghadiri interview kepada Junya Ishizaki selaku Director dari Elden Ring Nightreign pada tanggal 7 Februari. Apa saja pertanyaan dan jawaban menarik yang kami dapatkan?

Isi pertanyaan dan jawaban sudah diedit dan tidak sesuai 100% dari rekaman untuk memberikan konteks yang lebih jelas ke pembaca.




Q:
Pertanyaan saya tentang pacing dan gameplay Elden Ring Nightreign. Saya membaca bahwa pacing game ini lebih ketat dibandingkan game utama, dan terinspirasi dari speedrunning. Bisakah Anda jelaskan proses integrasi penyesuaian ini sambil mempertahankan pengalaman inti dari Elden Ring?

Ishizaki:
Sebenarnya, tujuan awal kami bukan untuk membuat game yang terinspirasi oleh speedrunning. Namun, dalam proses pengembangan, kami mencoba menyederhanakan dan mempercepat elemen-elemen seperti eksplorasi, bos, dan leveling. Hasilnya, gameplay menjadi lebih cepat dan tajam, yang mungkin terasa seperti dipengaruhi oleh speedrunning.


Q:
Pertanyaan saya tentang bos-bos dalam game. Mengapa tim memutuskan untuk memasukkan bos dari game lain seperti Dark Souls? Apakah berdasarkan popularitas atau kesulitan?

Ishizaki:
Kami memilih bos berdasarkan kesesuaian dengan tema Nightreign. Selain itu, preferensi pribadi tim juga mempengaruhi keputusan ini. Jadi, ini kombinasi dari kesesuaian tema dan favorit pribadi.


Q:
Bagaimana Anda menyeimbangkan game untuk pemain solo dan multiplayer? Apakah ada perbedaan dalam hadiah atau kesulitan? 

Ishizaki:
Tidak ada perbedaan signifikan dalam hadiah antara solo dan multiplayer. Namun, bermain solo akan lebih menantang karena Anda tidak memiliki bantuan pemain lain. Kami tidak menyesuaikan kesulitan khusus untuk mode solo.