Iringan Musik Apa yang Mendukung Tari Sajojo? Ini Jawabannya yang Benar

Iringan Musik Apa yang Mendukung Tari Sajojo? Ini Jawabannya yang Benar – Tari Sajojo merupakan salah satu seni tari tradisional yang asalnya dari Papua. 

Tarian ini sangat dikenal di kalangan masyarakat Papua dan bahkan nusantara karena gerakannya yang energik dan juga bunyi alat musik yang mendukung. 

Tarian Sajojo biasanya akan ditampilkan untuk acara adat, budaya, hiburan, hingga merayakan kebersamaan dan juga kegembiraan di kalangan masyarakat Papua.🎭🎶✨

Mengenal Tarian Sajojo dan Musik yang Mengiringinya

Baca Juga :

7 Contoh Tari Tunggal di Indonesia dan Asal Daerahnya Dilengkapi Gambar

Tari Sajojo memiliki ciri khas berupa goyangan tubuh dan hentakan kaki, gerakan yang energik, dan juga penuh semangat. 

Tari Sajojo menggunakan iringan musik dengan lagu Sajojo yang dilengkapi dengan penggunaan tifa, yaitu alat musik tradisional khas Papua. 

Bentuk tifa hampir mirip dengan gendang, namun suaranya cenderung lebih ringan dan dapat menjadi pengatur ritme di dalam tarian. Kayu dan kulit rusa sebagai penutupnya untuk bisa menghasilkan suara, menjadi bahan yang dipakai untuk membuat alat musik ini. 

Mengutip dari laman Kemenparekreaf, diterangkan jika iringan tifa menjadikan alunan musik lebih ceria sehingga mudah dinikmati oleh orangtua dan anak-anak. Selain itu, tidak hanya untuk bernyanyi bersama, lagu Sajojo yang dipakai juga kerap kali menjadi iringan dari Tari Sajojo khas Papua ini. 

Lagu Sajojo merupakan salah satu lagu yang asalnya dari Papua. Di balik musiknya yang riang dan ringan, ternyata terdapat makna mendalam, lho. 

Lagu Sajojo mengisahkan tentang gadis yang menjadi kembang desa dan sangat disayangi oleh keluarga maupun masyarakat. Kecantikan dari gadis tersebut membuat banyak lelaki tertarik dan ingin mengajaknya untuk jalan-jalan bersama di sore hari. 

Sehingga, lagu Sajojo dideskripsikan sebagai seorang laki-laki yang hendak meminta izin pada orang orang tua sang gadis untuk jalan-jalan di sore hari.

Lagu Sajojo sendiri diciptakan oleh David Rumagesan, salah satu anggota dari band legendaris asal Papua yaitu Black Brothers.