
Jurusan akuakultur atau budidaya perairan belajar apa saja ya? Yuk, kupas tuntas mulai dari mata kuliah, prospek kerja, sampai pilihan kampusnya!
—
Indonesia terkenal sebagai negara maritim dan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia punya sumber daya perairan yang kaya, mulai dari ikan, udang, tiram, rumput laut, dan masih banyak lagi yang bisa dieksplorasi dan dikembangkan.
Apakah kamu tertarik menjelajahi dan mengembangkan sumber daya perairan Indonesia? Jika iya, jurusan akuakultur atau budidaya perairan cocok banget untukmu. Sudah pernah dengar tentang jurusan ini? Prospek kerja lulusan akuakultur luas banget, lho! Yuk, kita cari tahu lebih banyak tentang keseruan jurusan akuakultur atau budidaya perairan ini!
Apa Itu Akuakultur?
Jurusan akuakultur adalah program studi yang mempelajari semua hal tentang tumbuh kembang makhluk hidup di air. Mulai dari ikan, cumi-cumi, lobster, rumput laut, mutiara, dan lainnya. Cakupannya nggak hanya air laut saja, tapi juga air tawar, air payau, dan rawa.
Sekilas mungkin mirip ya sama jurusan perikanan, tapi kedua jurusan ini nggak sama, lho. Apa sih perbedaan keduanya? Jurusan perikanan fokus pada ekologi ikan, manajemen perikanan, dan konservasi sumber daya laut. Sedangkan, jurusan budidaya perairan (akuakultur) lebih fokus pada pemeliharaan, budidaya, pengembangbiakan makhluk hidup di air seperti ikan, udang, cumi-cumi, dan lainnya. Jadi, cakupan jurusan akuakultur lebih luas dan nggak fokus pada ikan aja tapi juga tumbuhan air.
Lulusan akuakultur akan mendapat gelar Sarjana Perikanan (S.Pi) dengan masa belajar selama 4 tahun atau 8 semester.
Kalau kamu suka eksplorasi dunia perairan seperti sungai, laut, atau rawa dan ingin tahu lebih banyak tentang budidaya ikan, udang, rumput laut dan sejenisnya, jurusan ini cocok banget buat kamu. Atau, kalau kamu suka