Liputan6.com, Jakarta - Juventus membuat keputusan transfer yang mengejutkan pada bursa musim panas dengan mendatangkan Joao Mario dari FC Porto. Langkah ini langsung memicu perbincangan karena terjadi melalui skema tukar pemain yang melibatkan Alberto Costa.
Pertukaran tersebut mengingatkan publik pada transaksi kompleks masa lalu yang tidak menghasilkan dampak positif jangka panjang. Kenangan itu membuat banyak pihak bertanya-tanya tentang arah perencanaan klub asal Turin tersebut.
Bagi Juventus, bursa transfer semestinya menjadi momen memperkuat fondasi tim. Namun, masuknya bek sayap kanan Portugal itu justru memunculkan keraguan mengenai logika olahraga di balik keputusan itu.