Jakarta (ANTARA) - Perayaan Natal selalu identik dengan suasana penuh kegembiraan bagi umat Kristiani. Kemeriahan ini biasanya semakin lengkap dengan kehadiran lagu bertema Natal yang membawa pesan kebahagiaan.
Salah satu lagu yang hampir selalu terdengar setiap akhir tahun adalah "We Wish You A Merry Christmas". Lagu ini pun juga masuk dalam daftar putar terpopuler di berbagai platform musik saat musim liburan tiba.
Mengutip laman LiveAbout, "We Wish You A Merry Christmas" merupakan lagu rakyat asal Inggris yang sudah ada sejak abad ke-16 atau sekitar tahun 1500-an.
Berbeda dengan kebanyakan lagu Natal kuno yang bernuansa religius, lagu ini justru dikenal lewat liriknya yang ceria, sederhana, dan menghibur.
Lagu ini berakar dari tradisi lama para pengamen Natal dari kalangan kurang mampu yang bernyanyi untuk menghibur keluarga kaya dengan harapan mendapatkan imbalan.
Dalam liriknya pun juga terdapat kalimat bahwa mereka tidak akan pergi sebelum diberi figgy pudding. Bagian ini yang membuat lagu tersebut terdengar seperti permintaan yang disampaikan dengan penuh semangat dan ceria.
Hal lain yang membuat lagu ini unik adalah adanya ucapan tahun baru di dalam liriknya. Ini cukup menarik perhatian sejarawan, karena dunia Barat baru menetapkan 1 Januari sebagai awal tahun melalui kalender Gregorian pada era 1700-an.
Karena itu, kuat dugaan bahwa frasa “and a Happy New Year” baru ditambahkan ke dalam lirik aslinya di masa setelahnya.
Banyak orang mengenal lagu ini lewat versi populer hasil kolaborasi John Denver bersama The Muppets yang terdengar ringan dan mudah dinikmati.
Meski telah diaransemen ulang oleh berbagai musisi lintas genre, mulai dari band punk Jepang Shonen Knife hingga grup indie Weezer, daya tarik utama lagu ini bukan terletak pada rekaman studionya.
Pesonanya justru hadir dari suara para penyanyi jalanan tanpa nama yang setia menjaga tradisi bernyanyi dari ...