Jakarta (ANTARA) - Aplikasi desain Canva yang dikenal karena kemudahan fiturnya bagi setiap pengguna, terlebih non-desainer, baru saja membuat gebrakan besar di dunia kreatif.
Berawal dari langkah strategis dengan mengakuisisi Serif Europe Ltd, perusahaan di balik Affinity, pada 26 Maret 2024 lalu, Canva kini secara resmi meluncurkan kembali Affinity sebagai platform perangkat lunak desain profesional yang sepenuhnya terintegrasi.
Dengan rilisnya platform Affinity pada Kamis (30/10) tersebut, Canva telah melangkah lebih jauh dari sekedar platform desain berbasis template yang mudah digunakan.
Dengan hadirnya platform Affinity itu pun, Canva berhasil menyajikan tempat desain baru bagi desainer pemula ataupun profesional.
Apa itu aplikasi Affinity?
Affinity merupakan produk dari perusahaan Serif Europe Ltd, di mana perusahaan tersebut dikenal sebagai alternatif profesional bagi software desain besar lainnya, seperti Adobe.
Melalui perusahaan tersebut, Affinity Designer pertama kali diluncurkan pada 2014 untuk pengguna MacOS. Tujuan perilisannya sebagai alternatif bagi para desainer yang tengah mencari opsi di luar produk langganan besar.
Tumbuh semakin besar, perusahaan Serif pun mengeluarkan Affinity Photo dan Affinity Publisher. Kemudian, Affinity pun diakuisisi oleh Canva. Melalui Canva, Affinity hadir dengan versi terbarunya.
Kini Affinity merupakan aplikasi desain profesional yang terdiri dari berbagai fitur, mulai dari alat vektor, pengeditan foto, hingga tata letak (layout) dalam satu platform yang berkinerja tinggi.
Di samping itu, Affinity hadir sebagai jawaban dari masalah para desainer profesional, seperti masalah perangkat lunak yang berat dan akhirnya memperlambat kinerja, alur kerja yang menghambat kreativitas, hingga harga langganan yang mahal.
Affinity pun menjadi software desain yang mengutamakan pada kecepatan kinerja sampai kebebasan berkreasi tanpa kendala...