
FOMO adalah istilah bagi mereka yang takut terlihat kurang update di media sosial. Kenali penyebab, dampak, dan cara mengatasi FOMO biar nggak berbahaya!
—
Bangun tidur ku ngecek HP. Tidak lupa liat FYP~
Jujur, aku juga gini sih. Setiap buka Tiktok, aku jadi tahu rekomendasi tempat makan yang enak, cafe yang estetik, daftar musisi yang bakal konser di Indonesia, sampai ide OOTD alias Outfit of The Day.
Meskipun nggak semuanya sesuai sama kemampuan kita, tapi kayaknya seru aja gitu buat diikutin. Hehehe, bener nggak?
Nah, kalau kamu termasuk orang yang selalu mengikuti tren di media sosial, bisa jadi itu tanda FOMO, lho!
Pengertian dan Asal Usul Istilah FOMO
So… what is the meaning of FOMO?
Apa arti FOMO? FOMO adalah singkatan dari Fear of Missing Out, yang artinya kecemasan jika kehilangan momen atau informasi. FOMO menyebabkan seseorang merasa tertinggal dan berpikir bahwa kehidupan orang lain di media sosial lebih menyenangkan dibanding hidupnya sendiri. Itu sebabnya, mereka berusaha mengikuti tren demi terlihat bahagia dan keren.
Istilah FOMO pertama kali diperkenalkan oleh Patrick McGinnis, seorang penulis asal Amerika Serikat. Waktu kuliah di Harvard Business School tahun 2003, Patrick beranggapan bahwa tahun itu merupakan era di mana manusia berada di dalam dotcom bubble.
Dotcom bubble? Yup, Ini adalah sebutan ketika teknologi dan internet sedang berkembang pesat. Ditambah kehadiran Friendster, media sosial paling hits di jamannya. Om Patrick berpikir kalau kemunculan Friendster dan internet mempengaruhi manusia untuk live to the fullest alias tidak ingin kehilangan momen apapun.

Di kampusnya, Om Patrick juga ketemu orang-orang seperti ini. Murid di sana berusaha untuk terlihat paling gaul dan update. Mereka nggak pengen ketinggalan tren, berita, atau apapun yang lagi ramai dibicarakan.
Dia...