Nintendo kembali menjadi sorotan dengan langkah tegasnya dalam melawan praktik scalping, aksi menjual kembali barang pre-order dengan harga tinggi terkait perilisan Nintendo Switch 2. Demi memastikan konsol ini benar-benar sampai ke tangan para gamer sejati, perusahaan asal Jepang ini memberlakukan sejumlah syarat ketat bagi siapa pun yang ingin melakukan pre-order.
Dalam upaya mencegah para calo memanfaatkan hype, Nintendo menetapkan tiga syarat utama untuk bisa mengakses pre-order Switch 2:
- Pengguna harus sudah berlangganan Nintendo Switch Online (NSO) selama minimal dua tahun.
- Pengguna juga harus mengaktifkan opsi menerima email promosi dari Nintendo.
- Terakhir, akun tersebut harus memiliki rekam jejak bermain game Switch dalam durasi tertentu, yang menunjukkan bahwa pemilik akun memang aktif bermain dan bukan hanya pembeli musiman.
Strategi ini dinilai cukup ampuh karena sulit untuk memalsukan atau "menyiapkan" akun dengan ketentuan seperti itu secara instan. Hanya gamer yang memang sudah lama menggunakan ekosistem Nintendo yang bisa memenuhi syarat ini, menjauhkan para oportunis dari akses pre-order.
Sayangnya, langkah tegas Nintendo ini belum sepenuhnya mampu menutup celah. Beberapa pengecer pihak ketiga seperti Argos, Smyths, dan Game di Inggris terlihat masih menerapkan kebijakan pre-order yang lebih longgar. Alhasil, peluang untuk scalping tetap terbuka di jalur distribusi ini.
Seperti dilaporkan oleh Eurogamer, praktik scalping terlihat nyata di platform online seperti eBay. Beberapa penawaran pre-order Nintendo Switch 2 bundle telah muncul dengan harga yang melambung tinggi. Misalnya:
- “Nintendo Switch 2 Mario Cart Bundle” (salah eja dari Mario Kart) dibanderol seharga $773,61, belum termasuk ongkos kirim $49,23.
- Sementara versi lain, “Mario Kart World Console Bundle”, dijual dengan harga $724,80 dan biaya pengiriman mencapai $120,80.
Baca Seluruh Artikel