Minecraft Tegaskan Bahwa Mereka Tidak Akan Jadi Free-To-Play

Jika membicarakan game-game modern, kita punya beberapa jenis monetisasi yang biasanya muncul. Tapi sebagian besar ya antara pay-to-play dimana kalian beli game sekali dan bisa menikmati semua konten yang ada atau free-to-play dimana untuk memainkan game sebenarnya gratis, tapi banyak konten yang dikunci dan harus kalian keluarkan uang untuk menikmati konten tersebut.

Baca ini juga :


» Minecraft Live 2025: Shaders Resmi di Vanilla dan Ghast Baru yang Ramah
» Pencipta Game Populer Minecraft "Notch" Umumkan Game Minecraft 2!
» Microsoft Integrasikan Copilot AI ke Game! Jadi Bisa Nanya Tips Game dan Langsung Dijawab Sama AI!
» Youtuber Bernama Karl Buat Colloseum dengan 1 Juta Blok di Minecraft!
» Minecraft Hadirkan Layanan Subscription Marketplace Pass, Punya 150 Lebih Konten Baru Tiap Bulan!

Minecraft yang menggunakan metode pay-to-play tapi agak berbeda dan menarik. Dibandingkan dengan game lain yang dimana kalian beli dan mainkan, jarang sekali ada support atau dukungan konten yang cukup panjang. Minecraft adalah game yang sangat murah, baik Bedrock maupun Java dan bahkan bisa lebih murah lagi jika menghitung Game Pass. Tapi dengan harga yang murah ini, dukungan konten Minecraft sudah lebih dari 10 tahun yang mana sangat mengagumkan.



Dari interview bersama IGN, Ingela Garneij selaku Excutive Producer dari Minecraft Vanilla mengatakan jika free-to-play tidak cocok dengan sistem yang digunakan Minecraft.

"Ya, ini tidak sesuai bagaimana kami membangun Minecraft."

"Maksud saya, kami membuat game ini untuk tujuan yang berbeda. Jadi monetisasi tidak bekerja dengan cara seperti itu bagi kami. Ini adalah game sekali beli dan hanya itu saja. Bagi kami, penting agar game ...