Netflix akhirnya merilis trailer baru untuk film garapan Guillermo del Toro yang mengadaptasi dari kisah klasik Mary Shelley, Frankenstein. Film ini digadang-gadang sebagai salah satu karya puncak dalam karier sang sutradara peraih Oscar, yang terkenal dengan sentuhan gotik, atmosfer kelam, dan kedalaman emosional di setiap karyanya.
Trailer berdurasi lebih dari dua menit itu menampilkan inti kisah tentang seorang ilmuwan jenius sekaligus ambisius yang berusaha menciptakan kehidupan melalui eksperimen mengerikan. Namun, makhluk ciptaannya justru menjadi tragedi, bukan hanya bagi sang monster, tetapi juga bagi penciptanya sendiri. Visual trailer memperlihatkan dengan jelas bagaimana makhluk itu ditolak, tidak mendapatkan kasih sayang, bahkan dari orang yang memberinya kehidupan.
Netflix, yang membagikan trailer ini, juga menekankan bahwa film Frankenstein akan menampilkan dua sisi cerita. Sang monster, dengan suara narasi serak yang mendalam, berusaha menceritakan versinya sendiri tentang tragedi yang menimpanya. Hal ini menegaskan bahwa film bukan hanya soal pencipta yang melawan ciptaannya, melainkan juga drama emosional antara “ayah” dan “anak” dalam ikatan yang penuh penderitaan.
Secara visual, del Toro menghadirkan dunia gotik yang megah dan mencekam. Adegan-adegan di laboratorium Frankenstein, lanskap Arktik tempat monster melarikan diri, hingga momen sehari-hari para karakter dibalut dengan sinematografi penuh detail. Musik pengiringnya pun mendukung atmosfer tersebut, dimulai dari alunan piano hening nan mencekam sebelum berkembang menjadi skor orkestra menghantui yang mempertebal nuansa horor filosofis film ini.
Frankenstein versi Guillermo del Toro diposisikan sebagai tontonan besar untuk musim Halloween 2025. Dengan janji visual yang megah, tema emosional yang dalam, serta pesan menohok tentang manusia yang mencoba “bermain menjadi Tuhan,” film ini diprediksi akan menjadi salah satu rilis horor paling berkesan dalam beberapa tahun terakhir.