Liputan6.com, Jakarta - Ulama yang terkenal alim alamah KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha memberikan penjelasan dan analogi yang menarik mengenai perbedaan antara ketergantungan pada benda dan keyakinan yang mendekati syirik.
Mengutip tayangan youtube kanal @hobitani11, dalam salah satu ceramahnya, Gus Baha membahas fenomena ketergantungan pada keris di kalangan orang Jawa tempo dulu dan pada teknologi modern seperti ponsel dan kartu ATM.
Gus Baha mengatakan bahwa bagi masyarakat Jawa tradisional, membawa keris dianggap penting untuk kenyamanan dan rasa aman.
Keyakinan ini, menurut Gus Baha, bagi sebagian orang dianggap bisa mendekati syirik jika seseorang meyakini bahwa keris memiliki kekuatan gaib yang memengaruhi nasib atau keselamatan mereka.
“Kalau orang membawa keris menjadi syirik karena percaya sama makhluk,” katanya.
Di sisi lain, Gus Baha membandingkan dengan kebiasaan orang modern yang merasa tidak nyaman tanpa membawa ponsel atau ATM.
Gus Baha menyoroti bahwa ketergantungan pada benda-benda seperti ponsel dan ATM adalah hal yang praktis dan tidak terkait dengan keyakinan gaib. “Orang kota itu kalau enggak bawa ATM juga enggak nyaman,” ungkapnya.
* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Begini Hakikat Syirik
Gus Baha menegaskan bahwa ketergantungan pada benda-benda modern tidak sama dengan syirik. “Kamu pergi lupa bawa ...