Pentingnya Zakat Mal dan Cara Menghitungnya, Lengkap Simulasi Pembayaran

Liputan6.com, Jakarta - Zakat Mal adalah zakat yang dikeluarkan dari harta yang telah memenuhi syarat nisab dan haul, seperti emas, perak, hasil pertanian, perdagangan, dan lain-lain. Hukumnya wajib dan menjadi fondasi keislaman. Oleh karena itu, penting bagi tiap muslim untuk mengetahui pentingnya zakat mal dan cara menghitungnya.

Perintah sekaligus pentingnya zakat mal termaktub dalam Al-Qur'an, "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."(QS. At-Taubah: 103)

Dalam Buku Tafsir Al-Misbah, Prof Muhammad Quraish Shihab menjelaskan, ayat ini memerintahkan Nabi SAW mengambil sebagian harta orang-orang yang beriman dalam bentuk zakat. Zakat mal bukan sekadar kewajiban formal, tetapi memiliki tujuan yang sangat mulia, yaitu untuk membersihkan (tuthahhiruhum) dan menyucikan (tuzakkihim) jiwa mereka dari sifat kikir, cinta dunia, dan dosa-dosa sosial. Zakat juga berfungsi sebagai sarana untuk menumbuhkan solidaritas sosial dan memperkuat hubungan antara sesama anggota masyarakat.

Merujuk jurnal berjudul 'Pembagian dan Pengelolaan Zakat' oleh Muhammad Farid, pentingnya zakat mal dijelaskan dari dua sisi utama, spiritual (ibadah) dan sosial-ekonomi. Berikut ini adalah pentingnya zakat mal dari berbagai perspektif tersebut.

1. Sebagai Ibadah dan Wujud Ketaqwaan kepada Allah

Zakat mal merupakan bagian dari syariat Islam yang menjadi bentuk ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Muhammad Farid menulis bahwa zakat bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga manifestasi solidaritas sosial:

“Ibadah zakat selain mempunyai dimensi ketaqwaan bagi yang menunaikan, juga merupakan manifestasi solidaritas dari kaum muslimin yang memperoleh rizki lebih dari Allah kepada saudara-saudaranya seiman yang tidak mampu," demikian jelas Muhammad Farid, dalam jurnal Pembagian dan Pengelolaan Zakat.

Dengan kata lain, menunaikan zakat mal memperkuat hubungan spiritual antara manusia dan Allah serta menumbuhkan rasa syukur atas rezeki yang diterima.

Dalam Fiqh az-Zakah (terjemahan: Hukum Zakat), DR Yusuf al-Qaradawi menyebutkan zakat merupakan ibadah maaliyah ijtima’iyyah (ibadah harta sekaligus sosial). Ia menjadi bukti nyata keimanan dan ketaqwaan seseorang kepada Allah, karena orang yang rela mengeluarkan hartanya di jalan Allah telah mengalahkan hawa nafsunya.

Artinya, zakat adalah ujian keimanan dan ketaqwaan, seba...