Perkembangan bibit Siklon Tropis 91S dan 93S di wilayah Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Perkembangan bibit siklon tropis kembali menjadi perhatian publik setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau kemunculan Bibit Siklon Tropis 91S di wilayah Samudra Hindia barat Lampung.

Sistem cuaca ini dinilai memiliki potensi mempengaruhi kondisi atmosfer dan kelautan di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Dengan dinamika atmosfer yang terus berubah, pemantauan terhadap 91S menjadi penting untuk mengantisipasi kemungkinan dampaknya terhadap hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi di sejumlah daerah.

Berikut mengulas perkembangan terbaru Bibit Siklon 91S dan 93S beserta wilayah yang perlu mewaspadai perubahannya, berdasarkan informasi yang telah dirangkum dari situs resmi BMKG dan berbagai sumber.

Perkembangan 91S di Indonesia

Menurut analisis BMKG, peluang bibit siklon ini untuk berkembang masih rendah. Dalam 24 jam ke depan, 91S diprediksi tetap bertahan meski tanda-tanda pelemahan sudah mulai terlihat. Sementara itu, dalam kurun 48 jam sistem ini diperkirakan kembali menguat sebelum akhirnya menurun lagi dalam 72 jam.

Arah geraknya diproyeksikan menuju timur laut dengan kecepatan angin stabil di sekitar 20 knot, lalu berbelok menuju Selatan - Barat daya mulai 11 Desember. BMKG memastikan bahwa pada 12 Desember, 91S akan bergerak semakin jauh dari wilayah daratan Indonesia.

Dengan kondisi tersebut, potensi 91S berubah menjadi siklon tropis penuh masih dalam kategori rendah sehingga tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap daratan. Meski begitu, potensi cuaca ekstrem akibat efek tidak langsungnya tetap perlu diwaspadai.

Bibit Siklon Tropis 91S bergerak menjauhi daratan

Bibit Siklon 91S pertama kali terpantau pada 7 Desember 2025 di Samudra Hindia sebelah barat daya Lampung. Berdasarkan pemantauan terbaru, sistem ini kini bergerak semakin menjauh dari Indonesia dan tidak menunjukkan indik...