Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Kementerian Keuangan tidak akan ikut campur dalam pelunasan utang proyek kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.
Purbaya mengatakan restrukturisasi tersebut harus berjalan secara Business-to-Business (B2B). Sebab, proyek tersebut merupakan proyek antar perusahaan, dalam hal ini konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), perusahaan patungan BUMN di bawah Danantara dan Beijing Yawan HSR Co. Ltd.
Purbaya menilai langkah restrukturisasi yang dilakukan Danantara sudah benar, tetapi Kemenkeu tidak bisa terlibat dan hanya bisa menyaksikan terkait pengambilan kesepakatan itu.
Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia dan China sudah sepakat restrukturisasi utang kereta cepat dengan tenor 60 tahun.
Adapun proyek yang dibangun di era Presiden Joko Widodo itu menelan biaya Rp116 triliun, membengkak dari sebelumnya hanya sekitar Rp87 triliun.
Simak berita selengkapnya hanya di Bisnis.com
Reporter: Muhammad Olga/ Dany Saputra
Editor: Arief Miftah
Ikuti terus perkembangan berita - berita terkini hanya di:
Website https://context.id/stories
Instagram https://www.instagram.com/broad.cash/
Spotify https://open.spotify.com/show/6C5e0qIqWQNqVmSAhZ9CsX?si=dj4A6Lq8Rhu4PPRcrOfpCw