Sejarah Hari Raya Iduladha dan Amalan yang Bisa Dilakukan

Hari Raya Iduladha dilaksanakan oleh umat Islam tiap tahunnya pada tanggal 10 Zulhijah menurut kalender Hijriah. Iduladha kerap dikenal Hari Raya Kurban, sebab pada hari yang sama muslim melaksanakan ibadah kurban bagi yang mampu.

Selain itu, Iduladha juga sering disebut dengan Lebaran Haji karena bertepatan dengan puncak pelaksanan ibadah haji di Mekah. Bagi muslim yang belum mampu mengerjakan ibadah haji, berkurban menjadi salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah Swt. saat Hari Raya Iduladha. 

Tahukah kamu, di balik perayaan Iduladha, terdapat sejarah yang menarik untuk diketahui. Asal-usul ibadah kurban berkaitan dengan kisah Nabi Ibrahim a.s yang diperintahkan oleh Allah Swt. untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail a.s.

Untuk lebih jelasnya, simak sejarah Iduladha berikut ini.

Sejarah Iduladha

Domba/Foto: Freepik.com/108motiongraphic

Melansir CNN Indonesia, sejarah Iduladha diabadikan dalam Al-Qur’an surah As-Saffat ayat 102-107. Melalui mimpi, Allah Swt. memerintahkan Nabi Ibrahim a.s. untuk menyembelih putra kesayangannya, yaitu Ismail, sebagai kurban di sisi-Nya. Dengan hati sedih, Nabi Ibrahim a.s. lalu menjelaskan mimpi tersebut kepada Ismail dan meminta pendapat putranya mengenai titah tersebut.

Ismail, yang saat itu masih berusia 7 tahun, memberikan jawaban bijak dengan mengizinkan sang ayah menyembelih dirinya sesuai perintah Allah Swt. Hal ini tertulis dalam Al-Qur’an surah As-Saffat ayat 102, yang artinya:

“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, ‘Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembel...