Liputan6.com, Jakarta Sebelum sholat pembuka hari dilaksanakan, setiap petang terdengar merdu lantunan lembut tarhim subuh baik dari menara masjid maupun speaker-speaker mushola. Suara itulah yang sering menjadi penanda seorang Muslim harus bergegas bangun dari tidur dan menyiapkan diri untuk beribadah sembari menunggu azan sholat Subuh.
Tarhim subuh bukan sekadar lantunan pengantar azan. Di baliknya tersimpan sejarah panjang terkait kebiasaan Rasulullah SAW membangunkan umatnya sebelum azan Subuh tiba. Meski demikian, ada sebagian orang yang menganggap tarhim subuh sebagai amalan baru dan tidak dikenal di masa Nabi Muhammad SAW. Merespons perbedaan pendapat ini, para ulama menjelaskan dengan bijak bahwa tarhim subuh tetap berada dalam koridor kebaikan jika dilakukan dengan niat tulus. Artikel ini akan mengulas sejarah, bacaan arab-latin-terjemahan, hingga makna spiritual di balik tarhim subuh. Mengingat tarhim subuh sama pentingnya dengan sholawat jibril, sholawat songo, dan sholawat lainnya.