Tolak Hapus Akun TikTok, Remaja Perempuan di Pakistan Dibunuh Ayah Kandung

Liputan6.com, Islamabad - Fenomena media sosial yang kian berkembang di Pakistan menjadi ironi kelam bagi perempuan.

Di negara dengan lebih dari 50 juta pengguna TikTok, sejumlah perempuan justru kehilangan nyawa hanya karena menampilkan diri mereka secara daring.

Dua remaja yang aktif di platform tersebut tewas dalam dua bulan terakhir, menunjukkan betapa rentannya perempuan yang berani tampil di ruang publik digital, dikutip dari laman France24, Kamis (27/11/2025).

Kasus terbaru terjadi pada 11 Juli di Rawalpindi. Seorang gadis berusia 16 tahun ditembak mati oleh ayahnya sendiri setelah menolak menghapus akun TikTok miliknya.

Sebulan sebelumnya, Sana Yousaf, seorang kreator berusia 17 tahun dengan hampir satu juta pengikut, dibunuh di rumahnya di Islamabad oleh seorang pria yang lamarannya ia tolak.

Peristiwa tragis ini menunjukkan bagaimana popularitas tidak hanya membuka peluang, tetapi juga memicu ancaman. Influencer perempuan dianggap melampaui batas sosial tradisional dan kerap dipandang sebagai ancaman terhadap “kehormatan keluarga”.

Laporan France24 mengungkap bahwa influencer perempuan di Pakistan terus menjadi sasaran pelecehan, penguntitan, dan ancaman kekerasan di dunia nyata. Sahiba Arsalan, kreator konten asal Lahore dengan lebih dari 33.000 pengikut, mengaku bahwa popularitasnya justru menghadirkannya bahaya.

Ia rutin mengunggah konten tentang kecantikan dan mode, tetapi komentar kasar dan orang asing yang mengikutinya pulang membuatnya takut.

“Orang-orang berkomentar jahat dan mengikuti Anda pulang,” ujarnya. Kini, ia memilih membuat konten dari rumah atau lokasi tersembunyi demi keselamatan.

ima Prasetio (25), pelaku pembunuhan wanita paruh baya di Kelurahan Kaliawi, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung yang sekaligus keponakan korban ternyata kecanduan judi online slot dan aktif menggunakan narkotika jenis tembakau sintetis. Awalnya, tersangka ingin meminta uang kepada ko...