Liputan6.com, Cilacap - Hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram merupakan salah satu hari yang paling bersejarah dan memiliki dimensi spiritual dalam Islam. Di Indonesia, negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia, perayaan Asyura memiliki makna yang sangat penting dan beragam.
Tahun ini peringatan hari Asyura jatuh pada Minggu tanggal 6 Juli 2025. Atau jika dikonversikan ke penanggalan Qamariyah, maka Hari Asyura tiba pada Sabtu petang, 5 Juli 2025.
Perayaan ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang peristiwa sejarah yang penting, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan memperkuat iman. Asyura memiliki akar sejarah yang kuat dalam tradisi Islam. Peristiwa penyelamatan Nabi Musa dan Bani Israil dari kejaran Firaun merupakan salah satu peristiwa penting yang dirayakan pada hari Asyura.
Selain itu, Asyura juga memiliki makna spiritual yang mendalam, yaitu sebagai hari untuk berpuasa, berdzikir, dan melakukan amal kebaikan. Di Indonesia, perayaan Asyura seringkali diisi dengan berbagai aktivitas keagamaan, seperti berpuasa, berdzikir, dan melakukan amal kebaikan.
Masyarakat Indonesia memiliki tradisi dan ritual yang unik dalam merayakan Asyura. Dari Sabang sampai Merauke, perayaan Asyura dapat dilihat dalam berbagai bentuk, seperti pengajian, tabligh akbar, dan kegiatan sosial. Perayaan Asyura juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Tulisan ini akan membahas tentang tradisi perayaan di Hari Asyura 10 Muharam di Indonesia, dengan menelusuri makna sejarah dan spiritualitas di balik perayaan ini di mana momen Asyura ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Muslim di Indonesia sebagaimana dinukil dari berbagai sumber, Senin (30/06/25).
Simak Video Pilihan Ini:
Tukang Bakso Hantam Stunting, Bagi-bagi Bakso Ikan untuk Balita di Posyandu