Liputan6.com, Jakarta Musim 2024/2025 menjadi panggung bagi banyak bintang bersinar di Liga Champions, terutama dari sang juara yakni PSG. Ada satu pemain yang tak bersinar dengan gemerlap gol atau selebrasi, melainkan dengan elegansi, ketenangan, dan presisi umpan: Vitinha.
Vitinha datang ke PSG pada awal musim 2022/2023 lalu. Tak ada perayaan besar atas transfer tersebut. Sebab, Vitinha datang dengan status pemain cadangan di Wolves sebelum bersinar bersama Porto.
Namun, di PSG, gelandang asal Portugal itu tak sekadar bermain bola. Ia memimpin permainan bak seorang konduktor orkestra, mengatur irama dengan ketukan yang tak terlihat, bukan lewat tongkat baton, tapi lewat kaki, visi, dan insting yang tertata rapi.
Di tengah deru permainan cepat dan tekanan tinggi, Vitinha tetap tenang, dan dalam ketenangan itulah PSG menemukan harmoni mereka. Dia tidak disorot layakni Desire Doue atau Ousmane Dembele, walau jadi otak dari permainan PSG.