Liputan6.com, Jakarta - Festival Majelis Taklim Nasional 2025 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama resmi ditutup oleh Wakil Menteri Agama Romo H. R. Muhammad Syafii pada Rabu malam (26/11/2025) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Ketua Pengurus Pusat Kelompok Kerja Majelis Taklim (Pokja MT), Nyai Sururin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pendamping dari berbagai provinsi.
Ia menegaskan bahwa festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, melainkan ruang berbagi gagasan dan kreativitas para penggerak majelis taklim.
Menurut Nyai Sururin, majelis taklim memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan keluarga serta meningkatkan literasi keagamaan di masyarakat. Ia menilai karya para peserta menunjukkan bahwa majelis taklim mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Festival ini memperlihatkan bagaimana majelis taklim mampu merespons perkembangan zaman dengan tetap menghadirkan nilai-nilai yang meneduhkan,” ujarnya.
Sururin juga menyoroti langkah strategis penyusunan Direktori Majelis Taklim Nasional dan Ensiklopedia Majelis Taklim Indonesia, yang dinilai sebagai fondasi pembinaan yang lebih terukur dan tepat sasaran.
“Dengan data yang lengkap, kita tidak hanya memiliki peta kekuatan majelis taklim di Indonesia, tetapi juga bisa merancang program yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan jemaah,” jelasnya.
Ia mengapresiasi sinergi Pokja Majelis Taklim dan seluruh mitra yang mendukung festival ini selama dua tahun terakhir. Menurutnya, kolaborasi tersebut mempertemukan keragaman model dakwah dan ekspresi keagamaan dari berbagai daerah.
Salah satu tempat di Madinah, Arab Saudi yang kerap dikunjungi jemaah haji adalah Masjid Al Ghamamah, ini merupakan tempat Nabi Muhammad SAW melaksanakan salat meminta hujan, saat Madinah dilanda kemarau panjang.