Surabaya, CNN Indonesia --
Dua jenazah korban ambruknya gedung Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, berhasil teridentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.
Keduanya teridentifikasi melalui pemeriksaan menyeluruh dari tim forensik, dengan mencocokkan data post mortem (PM) dengan ante mortem (AM). Proses identifikasi dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim Surabaya.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Jatim, Kombes Khusnan mengatakan dua jenazah tersebut berhasil diidentifikasi melalui metode ilmiah seperti pemeriksaan gigi, medis, dan pencocokan properti pribadi yang ditemukan di lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim DVI Polda Jatim telah berhasil melaksanakan identifikasi terhadap dua jenazah," kata Kombes Khusnan di RS Bhayangkara Surabaya, Minggu (5/10) malam.
Jenazah pertama teridentifikasi dengan nomor post mortem PM RSB B011 dan ante mortem AM 041 atas nama Nurudin, laki-laki berusia 13 tahun, asal Karang Gayam, Blega, Bangkalan.
Proses pencocokan dilakukan melalui pemeriksaan gigi, data medis, dan barang milik korban yang ditemukan di lokasi reruntuhan.
Sementara itu, jenazah kedua dengan nomor post mortem PM RSB B021 dan ante mortem AM 035 teridentifikasi sebagai Ahmad Rijalul Haq, laki-laki berusia 16 tahun, warga Jalan Dakuan Baru 1 Nomor 57, Surabaya.
Identifikasi dilakukan melalui pencocokan gigi, medis, properti, serta sidik jari yang sesuai dengan data keluarga korban.
Khusnan menambahkan h...