Jakarta, CNBC Indonesia - Masyarakat, khususnya umat Katolik, terus memadati Basilika Santo Petrus di Vatikan. Ini merupakan tempat jenazah Paus Fransiskus disemayamkan sementara, sebelum dimakamkan pada Sabtu, 26 April mendatang.
Laporan BBC, mengutip media Vatikan pada Kamis (23/4/2025), mengatakan sebanyak 20.000 peziarah berkumpul di Lapangan Santo Petrus untuk melihat prosesi pemindahan peti jenazah Paus yang terbuka dari kediamannya ke Basilika Santo Petrus pada Rabu pagi waktu setempat.
Saat peti jenazah melintasi lapangan, lonceng berdentang dan kerumunan bertepuk tangan. Ini merupakan tanda penghormatan tradisional ala Italia.
Dua warga dari Meksiko, Luis dan Macarena, datang ke Roma untuk berbulan madu dan berharap dapat bertemu Paus agar mendapatkan berkat khusus untuk pasangan pengantin baru. Luis mengatakan bahwa melihat tempat peristirahatan terakhir Paus akan membuat mereka merasakan ikatan batin.
"Paus Fransiskus adalah orang suci dan dia akan memberkati kita dari surga," kata Luis.
Mary Ellen, seorang warga Amerika yang tinggal di Italia, mengatakan bahwa dia datang ke Vatikan dengan kereta api malam untuk "mengucapkan selamat tinggal" kepada Paus.
"Saya mencintai Papa Francesco," katanya. "Karena dia rendah hati, baik hati, dia mencintai imigran. Saya tahu dia telah menghadapi banyak hal sulit di Vatikan. Dia berjuang melawan kekuasaan dan kekuatan Vatikan untuk menjadi seorang Kristen sejati, seorang Katolik sejati."
Sementara di dalam Basilika Santo Petrus, di bawah pengawasan ketat para paus dan santo, aliran orang terus mengalir menuju peti jenazah Paus untuk memberikan penghormatan terakhir.
Sebagi...