Liputan6.com, London - Penyerangan tak terduga dari seorang pria asal Inggris yang membawa pedang menerobos masuk ke gereja saat Misa Minggu berlangsung.
Pria tanpa diketahui namanya ini dalam keadaan telanjang dan langsung menyerang jemaat hingga empat dari 11 korban mengalami luka serius pada 28 November 1999.
Pedang samurai yang dibawanya sepanjang 91 sentimeter, ia menyerang jemaat secara brutal di Gereja Katolik Roma St. Andrew, Thornton Heath, Croydon. Pria lokal ini berusia 26 tahun dan serangan terjadi setelah kebaktian pukul 10.30 waktu setempat, dilansir dari BBC, Jumat (28/11/2025).
Kejadian saat itu membuat jemaat berhamburan, mereka panik karena pelaku menebas pedangnya tanpa pandang bulu. Demi menyelamatkan diri, banyak yang berlarian ke tempat kebaktian anak-anak yang sedang berlangsung.
Saksi Mata Kejadian
Seorang saksi yang bersama anak-anak, Nanette Frederiksson, menjelaskan kejadian tersebut.
"Kami mungkin baru 15 menit mengikuti liturgi anak-anak ketika pintu gereja terbuka dan kerumunan orang terburu-buru untuk dapat masuk," ucapnya.
Setelah itu, salah satu jemaat, Bob Wright, mencoba membantu para jemaat untuk melarikan diri, dengan mengalihkan perhatiannya menyodorkan salib besar ke wajah pelaku.
Polisi yang sedang tidak bertugas, Tom Tracey, akhirnya berhasil melumpuhkan penyerang dengan pipa organ sepanjang 152 sentimeter.
Tom juga menceritakan betapa aneh dan mengejutkannya kejadian itu.
"Sebelumnya saya sedang menyanyikan mazmur, lalu saya malah berkelahi dengan orang gila bersenjata pedang," katanya.
Paramedis pun tiba setelah pelaku berhasil diamankan polisi, pemandangan pertama kali di lokasi penuh dengan darah dan kepanikan.
Sebagian besar korban dibawah ke rumah sakit Mayday di Croydon. Hasil pemeriksaan mereka menemukan luka tusuk dan sayatan yang dialami.
Namun, hingga kini Inspektur Kepala Detektif Phil Fitzgerald masih belum mengetahui motif penyerangan yang menargetkan jemaat tersebut.
Sebuah tribunal khusus di Dhaka menjatuhkan hukuman mati kepada mantan Perdana Ment...