5 Fakta Joe Biden mundur dari pilpres AS, tak kuat dengan tekanan yang kian membesar (Foto: Reuters)
NEW YORK – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan dia tidak akan mencalonkan diri kembali dalam pemilihan presiden (pilpres) AS, sebuah keputusan bersejarah yang diambil setelah meningkatnya tekanan dari banyak pihak di partainya sendiri.
Biden mengatakan dia akan menjalani sisa masa jabatannya, yang berakhir pada tahun 2025.
“Merupakan kehormatan terbesar dalam hidup saya untuk melayani sebagai Presiden Anda,” katanya.
“Dan walaupun saya berniat untuk mencalonkan diri kembali, saya yakin ini demi kepentingan terbaik partai saya dan negara jika saya mundur dan fokus hanya pada memenuhi tugas saya sebagai Presiden selama sisa masa jabatan saya,” lanjutnya.
Pengumuman tersebut mengacaukan pemilihan presiden hanya beberapa hari setelah mantan Presiden Donald Trump dan sekutunya berkumpul di Milwaukee untuk menghadiri Konvensi Nasional Partai Republik.
Berikut 5 fakta tentang keputusan Biden untuk mundur:
1. Biden membuat pilihan tersebut setelah tekanan yang semakin besar
Pada akhirnya, Biden menyerah pada tekanan dari dalam partainya sendiri karena jumlah anggota parlemen dan donor yang meminta dia untuk mundur semakin meningkat selama beberapa hari terakhir.
Senator Joe Manchin (I-W.Va.) menjadi anggota parlemen terkemuka terbaru yang menyerukan Biden untuk mundur ketika dia mengatakan kepada Jake Tapper dari CNN pada Minggu (21/7/2024) sebelumnya bahwa presiden harus mewariskan kekuasaan kepada generasi baru.
Dia bergabung dengan daftar anggota parlemen Demokrat yang terus bertambah yan menekan Biden mundur. Termasuk Senator Peter Welch (D-Vt.), Jon Tester (D-Mont.), Sherrod Brown...