6 Maskapai Indonesia Terdampak Recall Pesawat Airbus A320, Penumpang Diminta Cek Jadwal Terbang

Liputan6.com, Jakarta - Perintah perubahan perangkat lunak pada "sejumlah besar" pesawat Airbus A320, yang merupakan seri terlaris perusahaan penerbangan tersebut, dinilai akan membawa gangguan pada setengah armada global. Indonesia tidak terkecuali dari dampak tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Lukman F. Laisa, mengatakan bahwa pihaknya akan mengadopsi mandat Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) terkait perintah recall Airbus. Mereka menginstruksikan pada seluruh operator penerbangan agar pesawat yang dioperasikan memiliki komputer Aileron Elevator (ELAC) yang "layak pakai" sebelum penerbangan selanjutnya. 

"Kondisi ini diperkirakan akan menyebabkan gangguan penerbangan mengingat banyaknya pesawat A320 yang beroperasi di Indonesia dan armada sejenis di seluruh dunia," ujar Lukman, merujuk siaran pers di situs web Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kemenhub, Sabtu (29/11/2025).

Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan enam maskapai penerbangan di Indonesia yang mengoperasikan pesawat Airbus A320: Batik Air, Super Air Jet, Citilink Indonesia, Indonesia Airasia, Pelita Air, dan Transnusa. Total pesawat, yakni berjumlah 207 pesawat, dengan yang beroperasi sebanyak 143 pesawat.

Sementara itu, pesawat yang terdampak perintah kelaikudaraan berjumlah 38 pesawat, sekitar 26 persen dari total pesawat yang beroperasi. Pihak maskapai disebut "sedang melakukan perbaikan pesawat yang terdampak dalam rangka memenuhi perintah kelaikudaraan ini dan segera melakukan mitigasi jika terjadi penundaan maupun pembatalan penerbangan."

Perbaikan pesawat terdampak diperkirakan akan memerlukan waktu tiga hingga lima hari sejak Sabtu. "Kami menghimbau masyarakat yang telah memiliki tiket penerbangan pada 30 November sampai 4 Desember 2025 agar ...