Jakarta -
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pihaknya akan menyusun peta jalan untuk mengatasi persoalan di pesisir utara Jawa. Hal ini disampaikan AHY saat rapat koordinasi dengan seluruh menteri di bawah naungan Kemenko IPK membahas rencana kerja 2025 dan evaluasi jelang 100 hari kerja.
AHY mengatakan pihaknya akan membuat peta jalan pembangunan mega infrastruktur untuk mengatasi ancaman tenggelam bagi masyarakat di wilayah tersebut.
"Sekaligus juga membuat rencana roadmap untuk pembangunan mega infrastruktur yang memang berdampak untuk menyelamatkan masyarakat kita yang terancam tenggelam di pesisir utara," ujar AHY dalam sambutannya, di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan yang sama, AHY juga berencana membangun konektivitas yang lebih cepat, yang lebih baik dan terjangkau untuk transportasi. Pembangunan ini tidak hanya di Jawa, tapi juga di berbagai pulau.
"Kita ingin menghadirkan pusat-pusat kawasan transmigrasi ideal yang ini menjadi pilot project dari Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan," terang AHY.
Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah arahan kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk pembangunam dua proyek besar, yakni Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Tanggul Laut Raksasa (Giant Sea Wall).
AHY sempat bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Keduanya membahas terkait dengan kelanjutan proyek giant sea wall. Dody mengatakan, nantinya tanggul raksasa ini membentang dari Cilegon sampai Gresik sepanjang 958 kilometer (km).
"Kami sudah buat Trial 1 dari Tangerang ke Bekasi sepanjang 43 km beberapa tahun lalu dengan grant dari Korea Selatan da...