Liputan6.com, Beijing - Jumlah pernikahan di China mengalami penurunan drastis pada 2023, mencatat rekor terburuk dalam sejarah dengan anjlok hingga 20 persen.
Data Kementerian Urusan Sipil China menunjukkan bahwa hanya 6,1 juta pasangan yang menikah tahun lalu, turun dari 7,68 juta pada 2022.
Menurut Yi Fuxian, demograf dari University of Wisconsin-Madison, penurunan ini bahkan lebih tajam dibandingkan tahun 2020 saat pandemi COVID-19, yang hanya mencatat penurunan 12,2 persen.
"Angka pernikahan tahun lalu kurang dari setengah dari yang tercatat pada 2013, yaitu 13,47 juta," ujarnya, seperti dikutip dari laman CNA, Selasa (11/2/2025).
Penurunan minat untuk menikah dan berkeluarga di China telah lama dikaitkan dengan biaya tinggi untuk membesarkan anak dan pendidikan. Ditambah dengan perlambatan ekonomi, semakin banyak lulusan universitas yang kesulitan mendapatkan pekerjaan, sementara yang sudah bekerja merasa tidak aman dengan prospek jangka panjang mereka.