Jakarta (ANTARA) - Belakangan ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap meningkatnya intensitas radiasi UV dari matahari yang mencapai kategori tinggi hingga sangat tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
Kondisi ini berkaitan dengan cuaca panas ekstrem yang melanda Nusantara akibat peralihan musim, serta keberadaan massa udara kering yang berasal dari monsun Australia.
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari dan melindungi diri dari paparan langsung sinar matahari.
Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan sinar ultraviolet (UV)? Serta, jenis dan faktor yang apa yang dapat mempengaruhi tingkat radiasi UV dari matahari? Berikut penjelasannya yang dirangkum dari berbagai sumber.
Apa itu sinar ultraviolet (UV) matahari?
Sinar ultraviolet (UV) merupakan radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh matahari. Jenis sinar ini tidak terlihat oleh mata manusia karena memiliki panjang gelombang yang sangat pendek.
Menariknya, beberapa hewan seperti lebah, burung, dan kupu-kupu mampu melihat sinar UV dengan jelas. Namun, tidak seluruh radiasi UV berhasil menembus lapisan ozon sebagian besar justru tersaring sebelum mencapai permukaan Bumi.
Berdasarkan panjang gelombang-nya, sinar UV terbagi menjadi tiga jenis, yaitu ultraviolet A (UVA), ultraviolet B (UVB), dan ultraviolet C (UVC). Sinar ultraviolet sendiri merupakan bagian dari spektrum cahaya matahari yang tak tampak namun memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan di Bumi.
Meskipun berperan penting dalam membantu tubuh memproduksi vitamin D, paparan berlebihan terhadap sinar UV bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti iritasi kulit, penuaan dini, hingga meningkatkan risiko kanker kulit dalam jangka panjang.
Jenis-jenis sinar ult...