Arah Wall Street Pekan Ini: Investor Pantau Suku Bunga Hingga Konflik Dagang AS-China

Bisnis.com, JAKARTA - Momentum reli bursa Amerika Serikat (AS) pekan ini akan diuji oleh kombinasi sentimen dari tekanan suku bunga, ketegangan dagang, dan rilis kinerja perusahaan-perusahaan besar.

Selain itu, meningkatnya ketegangan dagang AS–China dan berlarutnya penutupan sebagian pemerintahan (government shutdown) juga menambah ketidakpastian di pasar.

Melansir Reuters pada Senin (27/10/2025), indeks S&P 500 mencatat rekor penutupan tertinggi pada Jumat (24/10/2025), dengan lonjakan sekitar 36% sejak posisi terendahnya pada April. Secara tahunan, indeks acuan ini sudah naik lebih dari 15%.

Chris Fasciano, Chief Market Strategist di Commonwealth Financial Network, mengatakan pasar telah naik berbulan-bulan tanpa koreksi signifikan sehingga volatilitas berpotensi meningkat dalam waktu dekat.

“Yang perlu kita lihat adalah kinerja laba perusahaan yang tetap kuat dan narasi positif dari pelaku korporasi soal ekonomi. Kekhawatiran baru muncul ketika kepercayaan konsumen atau dunia usaha mulai menurun," ujarnya.

Musim laporan keuangan kuartal III/2025 berjalan solid sejauh ini, meski ada kekecewaan dari beberapa emiten besar seperti Netflix dan Texas Instruments. Berdasarkan data LSEG IBES per Jumat pekan lalu, laba perusahaan di indeks S&P 500 diperkirakan tumbuh 10,4% dibandingkan tahun lalu.

Sekitar 87% perusahaan yang telah merilis laporan berhasil melampaui perkiraan laba analis, sementara 82% mencatat pendapatan di atas ekspektasi — keduanya lebih tinggi dari rata-rata historis.

Pekan ini akan menjadi periode tersibuk musim ini dengan lebih dari 170 perusahaan dijadwalkan merilis kinerja, termasuk lima anggota “Magnificent Seven” — Microsoft, Apple, Alphabet, Amazon, dan Meta Platforms.

Meski k...