AS Peringatkan Pembalasan Iran Atas Serangan Israel Bisa Menelan Korban Jiwa

Liputan6.com, Washington D.C - Iran diperkirakan akan melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap Israel.

Pejabat AS dan Israel bersiap menghadapi apa yang mereka gambarkan sebagai serangan balasan yang akan segera terjadi dan berpotensi menghancurkan dari Iran, menyusul serangan pendahuluan Israel yang dikonfirmasi terhadap fasilitas nuklir dan militer Iran.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan pada hari Jumat (13/6/205), seperti dikutip dari Economic Times, bahwa "serangan rudal dan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone terhadap Israel dan penduduk sipilnya diperkirakan akan terjadi dalam jangka waktu dekat."

Iran telah menempatkan pasukan pertahanan udaranya dalam keadaan siaga penuh dan telah mengancam akan memberikan tanggapan yang cepat dan tegas. Pejabat Iran telah menyatakan serangan itu sebagai provokasi, dengan Korps Garda Revolusi Islam mempersiapkan tanggapan militer terkoordinasi.

Menurut Presiden Iran Masoud Pezeshkian, “Jika mereka menghancurkan (fasilitas nuklir) kami dengan bom, fasilitas itu akan hancur. Semua kemampuan ini ada dalam pikiran kami, dan oleh karena itu, apa pun yang mereka lakukan, kami akan membangunnya kembali.”

Sebelumnya, Jenderal Hossein Salami, komandan IRGC, menambahkan bahwa Iran telah memilih targetnya. "Iran siap berperang," katanya, sambil berjanji bahwa pembalasan apa pun “akan lebih menyakitkan dan lebih merusak” daripada serangan sebelumnya.

AS bersiap menghadapi skenario terburuk saat keluarga militer dievakuasi

Utusan Gedung Putih Steve Witko secara pribadi mengatakan kepada senator-senator Republik minggu lalu bahwa respons Iran dapat membanjiri sistem pertahanan udara Israel, yang berpotensi mengakibatkan korban sipil dan militer dalam skala besar.

Witko menyuarakan kekhawatiran tentang persenjataan rudal balistik Iran yang terus berkembang, yang sekarang diperkirakan oleh intelijen AS mencakup 2.000 rudal yang mampu membawa hulu ledak seberat 2.000 pon atau lebih. Iran juga dilapo...