- PT Asuransi Kredit Indonesia membukukan laba setelah pajak sebesar Rp687,4 miliar di kuartal III 2025.
- Hasil underwriting yang menjadi kontributor utama pertumbuhan laba setelah pajak juga mencatatkan realisasi sebesar Rp838,8 miliar dan tumbuh 172,1 persen secara tahunan.
- Askrindo saat ini menjadi salah satu perusahaan asuransi yang masuk dalam kategori KPPE 2 dan memiliki risk based capital (RBC) 372,3 persen.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), anggota Holding Asuransi dan Penjaminan Indonesia Financial Group (IFG) membukukan laba setelah pajak sebesar Rp687,4 miliar di kuartal III 2025.
Laba stand alone memberikan kontribusi 48 persen terhadap laba konsolidasi sebesar Rp1,4 triliun. Realisasi laba stand alone ini tumbuh signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya atau year on year (yoy) sebesar 591,6 persen.
Hasil underwriting yang menjadi kontributor utama pertumbuhan laba setelah pajak juga mencatatkan realisasi sebesar Rp838,8 miliar dan tumbuh 172,1 persen secara tahunan (yoy).
Direktur Utama Askrindo M Fankar Umran mengatakan, kontributor utama terhadap pertumbuhan laba bersih adalah penerapan prudential underwriting yang memadai.
Sejalan dengan strategi diversifikasi portfolio bisnis, total premi pada bisnis suretyship dan asuransi umum tercatat sebesar Rp609 miliar dan tumbuh sebesar 15 persen yoy.
“Peningkatan premi suretyship terjadi pada new dan existing business BUMN dan bisnis asuransi umum yang berasal dari perusahaan swasta dan BUMN,” ujar Fankar.
Pendapatan premi Askrindo juga diperoleh dari program pemerintah (KUR) sebesar Rp2,5 triliun atau 81 persen dari total premi sampai dengan September 2025.
Direktur Keuangan Askrindo Leonardo Henry Gavaza bilang, Askrindo juga melakukan optima...