Liputan6.com, Jakarta - Demi meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia, The Taiwan Technical Mission (TTM) berbagi keterampilan dan teknologi pertanian antara Taiwan dan Indonesia yang sekaligus mempererat kerja sama bilateral pada acara "Showcase of Taiwan Technical Mission achievements in the Republic of Indonesia."
Representative Taipei Economic and Trade Office (TETO), Bruce Hung menunjukkan kekhawatirannya dengan memberikan solusi terhadap ketahanan pangan di Indonesia dalam pidato sambutannya Kamis pagi (27/11/2025), di Energy Building, Jakarta.
"Dunia seiring waktu terus menghadapi tantangan ketahanan pangan yang semakin besar. Dalam hal ini, Taiwan berkomitmen untuk menjadi mitra dalam pembangunan Indonesia yang juga membantu antarmasyarakat agar memperkuat sistem pemasaran mereka," ucapnya.
Dengan begitu, inovasi terbaru yang didukung pun termasuk sistem pemantauan data lahan dan penerapan teknologi drone dalam manajemen pertanian.
Empat wilayah yang telah berjalan dalam peningkatan ketahanan pangan ini, yaitu:
- Bali dengan Proyek One Village One Project (2011-2014)
- Sulawesi Selatan dengan Proyek Hight Quality Rice Seed Production Expantion (2021-2023)
- Sumatera Utara dengan Proyek Production and Marketing of Garlic and Shallot Demonstration (2023-2025)
- Karawang dengan Proyek Vegetarian and Fruit System Enhancement (2019-2025).
Peningkatan pertanian ini dimulai melalui penggunaan sensor lahan, pemetaan digital, dan sistem monitoring yang memungkinkan para petani lokal dapat memutuskan metode budidayanya yang berbasis data setelah melakukan uji coba bersama.
Contohnya di Karawang dengan menanam tanaman hortikultura yang memudahkan para petani lokal, di mana tidak perlu membutuhkan lahan yang luas seperti padi dan kebutuhan airnya jauh lebih sedikit. Hasil panen juga dapat dipasok ke berbagai wilayah secara berkelanjutan, tidak seperti padi yang menunggu musim tanam lebih panjang dan jika hujan akan menjadi gagal panen.
Perubahan iklim se...