Biji Merah Misterius yang Berserakan di Hutan Asalnya dari Pohon Ini
Pernahkah kalian melihat biji-bijian merah berserakan saat berjalan di tengah hutan? Itulah biji saga, buah dari pohon Adenanthera pavonina. Pohon saga, atau yang di beberapa daerah dikenal sebagai kenderi atau biji merak.
Secara ilmiah, pohon saga diklasifikasikan ke dalam kingdom Plantae, divisi Magnoliophyta, kelas Magnoliopsida, ordo Fabales, dan famili Fabaceae (legum). Famili ini menunjukkan kekerabatannya dengan kacang-kacangan. Nama spesiesnya, pavonina, berasal dari bahasa Latin yang berarti "seperti merak", merujuk pada keindahan bijinya yang berwarna merah terang.
Pohon saga adalah pohon yang dapat tumbuh hingga setinggi 20 meter dengan kanopi yang melebar, memberikan naungan yang baik. Daunnya majemuk ganda dua (bipinnate), dengan anak daun kecil-kecil yang tersusun rapi, menyerupai daun petai cina atau trembesi, tetapi lebih kecil.
Bunganya kecil, berwarna kuning pucat hingga keputihan, dan tumbuh dalam malai yang memancar. Bunga-bunga ini harum dan sangat disukai oleh lebah, menjadikannya sumber nektar yang penting.
Buahnya adalah polong panjang yang pipih dan melingkar seperti spiral saat matang. Saat polong ini pecah, ia akan melepaskan biji-biji keras berwarna merah tua yang sangat mengilap.
Biji Merah Saga Digunakan Sebagai Alat Timbang
Biji saga yang berwarna merah dan sangat keras adalah bagian paling ikonik dari pohon ini. Warna merah terang ini bukan tanpa alasan. Dalam ekologi, warna mencolok pada biji seringkali merupakan strategi penyerbukan yang cerdik.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Tropical Ecology menjelaskan bahwa warna merah pada biji saga diduga kuat berfungsi sebagai penarik perhatian burung dan mamalia kecil.
Hewan-hewan ini, yang tertarik pada warna cerah, akan memakan biji saga atau membawanya pergi untuk disimpan. Karena bijinya sangat keras dan tidak tercerna, biji tersebut akan dikeluarkan bersama kotoran hewan di lokasi yang jauh dari pohon induknya. Dengan cara ini, pohon saga memastikan penyebaran keturunannya ke area yang lebih luas, sebuah strategi yang dikenal sebagai zookori.
Selain perannya dalam ekosistem, biji saga memiliki sejarah panjang dalam sistem perdaganga...