Bursa Asia Menguat, Indeks Nikkei 225 Melesat 2,8% Pagi Ini

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia bergerak menguat pada perdagangan Senin (20/10/2025), didorong harapan terhadap musim laporan keuangan yang memasuki puncaknya.

Melansir Bloomberg, indeks MSCI Asia Pacific menguat 1,4%, dengan dorongan kuat dari pasar China dan Hong Kong. Indeks Shanghai Composite dan Hang Seng masing-masing menguat 0,53% dan 2,1%.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 terbang 2,8% setelah Partai Demokrat Liberal dan Partai Ishin sepakat membentuk koalisi pemerintahan, memicu pelemahan yen terhadap dolar.

Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik nyaris satu basis poin ke 4,02%. Emas menguat tipis, indeks dolar bergerak datar, sementara harga minyak tergelincir.

Pertumbuhan ekonomi China kembali melambat untuk kuartal kedua berturut-turut, menjadi yang terlemah dalam setahun. Lonjakan ekspor belum mampu mengimbangi penurunan belanja rumah tangga dan investasi korporasi.

Sementara itu, Presiden Donald Trump berupaya menurunkan suhu ketegangan, menegaskan tarif tinggi terhadap produk China tidak dapat dipertahankan lama. AS dan China akan kembali duduk di meja perundingan pekan ini, dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri He Lifeng memimpin pembicaraan.

“Pasar mulai menilai kemungkinan situasi akan mereda,” tulis analis pasar senior Capital.com Kyle Rodda seperti dikutip Bloomberg. Meski begitu, ia mengingatkan volatilitas akan tetap tinggi sampai ada keputusan resmi.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyebut tarif 100% atas produk China “tidak berkelanjutan,” meskipun masih mungkin diterapkan.

“Kita akan baik-baik saja dengan China,” ujarnya.

Bessent mengatakan telah berbicara secara virtual dengan He pada Jumat malam dan berenca...