Cerita Perempuan di Angkatan Bersenjata India: Bicara Soal Karier dan Tantangan

, New Delhi - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) yang baru dikonfirmasi, Pete Hegseth, menyoroti peran perempuan di militer AS. Sepanjang kariernya, ia kerap mempertanyakan efektivitas tentara perempuan dalam pertempuran.

Dalam sidang konfirmasi Senat dua minggu lalu, Hegseth, mantan perwira Angkatan Darat dan pembawa acara konservatif, mendapat banyak pertanyaan mengenai pendapatnya tentang perempuan di militer. Senator Demokrat Kirsten Gillibrand bahkan menuduhnya telah "merendahkan" tentara perempuan, dikutip dari DW Indonesia, Sabtu (1/2/2025).

Pada November lalu, dalam wawancara dengan podcaster Shawn Ryan, Hegseth menyatakan bahwa perempuan seharusnya "tidak diizinkan" untuk bertugas dalam peran tempur. Dalam sidang Senat, ia juga menyebut bahwa pasukan AS akan "bersorak" jika kebijakan yang dianggapnya "terlalu progresif" seperti program keberagaman, kesetaraan, dan inklusi dihapus.

Perdebatan Tentang Perempuan di Militer India

Perdebatan mengenai peran perempuan di militer tidak hanya terjadi di AS. India, yang bangga mempromosikan "Nari Shakti" (Kekuatan Perempuan) dalam angkatan bersenjata, kini menghadapi diskusi serupa tentang posisi perempuan dalam peran kepemimpinan.

Pada akhir 2024, sebuah surat dari seorang jenderal top India mengeklaim ada masalah manajemen di unit tentara yang dipimpin oleh perwira perempuan. Surat lima halaman itu dimaksudkan sebagai tinjauan internal terhadap delapan perwira komando perempuan, tetapi memicu diskusi nasional yang hangat setelah diterbitkan di media India.

Jenderal tersebut menuduh perwira komando perempuan memiliki "masalah ego sepele" dan "kurangnya empati" terhadap pasukan di unit mereka. Dokumen tersebut bahkan menyatakan bahwa kurangnya empati mungkin disebabkan oleh "kebutuhan untuk mengkompensasi berlebihan."

DW berbicara dengan beberapa perwira perempuan, baik yang masih bertugas maupun yang telah pensiun, yang mengaku prihatin dengan isi surat tersebut. Hal ini terasa ironis mengingat India sedang mendorong le...