GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan lebih memilih melakukan penghematan belanja dibandingkan mencari sumber pendapatan baru—menyusul adanya pemotongan dana transfer ke daerah atau TKD.
Dedi menjelaskan bahwa pemotongan dana itu menyebabkan alokasi anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat menurun sebesar Rp 2,45 triliun. Imbas pemangkasan TKD, pemerintah pusat meminta daerah untuk berinovasi demi mendapat pendapatan tambahan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Namun menurut Dedi, pencarian sumber pendapatan baru itu sering kali menambah beban masyarakat. “Saya tidak memilih mencari pendapatan baru yang membebani masyarakat. Saya lebih memilih melakukan efisiensi terhadap belanja pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ucap Dedi dalam video yang diunggah di akun Instagram @dedimulyadi71 pada Senin, 13 Oktober 2025.
Politikus Partai Gerindra itu mengatakan bakal memangkas pelbagai pengeluaran Pemprov Jawa Barat yang dianggap tidak berhubungan dengan kepentingan publik. Dedi berujar, efisiensi belanja pemerintah daerah ini mencakup pengurangan belanja alat tulis kantor, belanja listrik dan air, hingga pengurangan belanja perjalanan dinas, seminar, simposium, serta kegiatan focus group discussion. “Gubernur dan seluruh para pejabatnya dan aparatur sipil negara berpuasa dari berbagai kepentingan yang tidak ada relevansi dengan kepentingan masyarakat,” kata Dedi.
Ia menegaskan tetap mendorong pembangunan infrastruktur Jawa Barat di tengah-tengah pemotongan TKD ini. Dedi menyebut dirinya berkomitmen tidak menempuh jalur pinjaman daerah meskipun alokasi dana transfer dari pemerintah pusat berkurang.
Eks ...