Demo Kuota PNS Bangladesh Kian Mematikan, Kemlu RI: 563 WNI Selamat, KBRI Susun Rencana Kontingensi untuk Antisipasi

Liputan6.com, Jakarta - Demo kuota pegawai pemerintahan atau pegawai negeri sipil (PNS) di Bangladesh kian mematikan. Jumlah korban tewas dilaporkan terus bertambah. Laporan Al Jazeera menyebut 114 orang meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) dan KBRI Dhaka menyatakan terus memonitor situasi dan menjalin komunikasi dengan para warga negara Indonesia (WNI).

"Hingga saat ini (Minggu 21 Juli) para WNI dalam keadaan selamat," kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha dalam pesan singkatnya yang diterima Minggu (21/7).

"Kemlu dan KBRI juga telah menyusun rencana kontingensi untuk mengantisipasi eskalasi lebih lanjut," sambung Judha.

Dari total 563 WNI di Bangladesh, jelas Judha, mayoritas adalah ibu rumah tangga yang menikah dengan warga negara Bangladesh.

Saat ini, Bangladesh memberlakukan pemutusan akses komunikasi sementara jumlah korban tewas akibat protes mahasiswa meningkat yang dipicu kuota PNS.

Laporan Al Jazeera, Minggu (21/7), menyebutkan bahwa pemadaman komunikasi terus berlanjut seiring dengan tindakan keras yang mematikan terhadap para demonstran yang terus berlanjut di negara berpenduduk 170 juta jiwa tersebut.

Bangladesh bahkan memberlakukan jam malam nasional untuk menghentikan demonstrasi yang dipimpin mahasiswa terhadap kuota pekerjaan pemerintah atau PNS dengan personel militer dan polisi berpatroli di jalan-jalan yang sebagian besar sepi di ibu kota, Dhaka.

Puluhan orang telah tewas minggu ini dan beberapa ribu lainnya diyakini terluka, kantor berita Reuters melaporkan mengutip data dari rumah sakit di seluruh negeri. Rumah Sakit Perguruan Tinggi Kedokteran Dhaka menerima 27 jenazah pada hari Jumat (19/7), sementara jumlah korban tewas meningkat menjadi 114 orang, menurut kantor berita tersebut.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengkl...