DJ Donny Bantah Rekayasa Aksi Teror, Minta Perlindungan LPSK setelah Rumah Dilempar Bom Molotov

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah konten kreator dan aktivis, termasuk DJ Donny, mengalami rentetan teror berupa bom molotov hingga ancaman pembunuhan.
  • Mereka vokal mengkritik kebijakan pemerintah dan penanganan bencana banjir Sumatra.
  • Muncul isu rekayasa karena kemiripan tulisan tangan pada surat ancaman, DJ Donny membantah keras tuduhan tersebut dengan bukti rekaman CCTV.

TRIBUNNEWS.COM - Polisi masih mendalami rentetan aksi teror yang dialami sejumlah konten kreator hingga aktivis.

Para korban teror sempat menyuarakan lambatnya pemerintah menangani bencana banjir di Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Aceh.

Korban teror yakni aktivis Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, influencer wanita Sherly Anavita, aktor Yama Carlos hingga Dony Adam atau dikenal sebagai DJ Donny (41).

DJ Donny telah membuat laporan polisi setelah dua kali mendapat teror pada Senin (29/12/2025) dan Rabu (31/12/2025).

Awalnya, rumahnya dikirim bangkai ayam yang terdapat pesan ancaman.

Selang dua hari kemudian dilempar bom molotov yang jatuh di halaman rumah.

Beruntungnya bom molotov tidak meledak sehingga rumah tak terbakar.

Di media sosial beredar foto surat ancaman yang ditujukan ke DJ Donny.

Sejumlah warga menyoroti kemiripan tulisan tangan di surat ancaman dengan tulisan DJ Donny sehingga muncul isu rekayasa.

Pria 41 tahun mambantah tudingan rekayasa aksi teror lantaran wajah pelaku terekam CCTV.

"Ada narasi yang mengatakan saya merekayasa ini, kan agak ngawur."

Baca juga: Soroti Teror Terhadap Aktivis, Legislator PDIP Ingatkan Bahaya Kekuasaan Antikritik

"Saya merekayasa mengirimkan bangkai hewan ke rumah sendiri? Saya melempar bom molotov sendiri ke rumah saya? Itu agak ngawur."

"Makanya kepolisian harus segera mengungkap agar tidak menjadi liar di rua...