Rumah sakit dan petugas medis di Lebanon kebanjiran pasien setelah ribuan perangkat genggam milik kelompok militan Hizbullah meledak secara bersamaan pada Selasa dan Rabu minggu lalu.
Selama hampir sepekan, dokter mata Elias Jaradeh harus bekerja sepanjang waktu. Ia terus menangani membanjirnya pasien yang matanya cedera akibat insiden meledaknya pager dan walkie-talkie secara massal di seluruh Lebanon.
Jaradeh sudah tidak ingat lagi berapa kali ia melakukan operasi mata di beberapa rumah sakit. Ia bisa bertahan hidup hanya dengan tidur selama dua jam sebelum memulai operasi berikutnya. Jaradeh berhasil menyelamatkan penglihatan beberapa pasien, tetapi sayangnya banyak yang tidak akan pernah bisa melihat lagi.
"Tidak diragukan lagi bahwa apa yang terjadi sangat tragis, ketika Anda melihat banyak sekali orang dengan kondisi mata terluka tiba di rumah sakit pada waktu yang sama, kebanyakan dari mereka adalah pria muda, serta anak-an...