Bisnis.com, JAKARTA — Ekspor China mencatat pertumbuhan paling cepat dalam enam bulan terakhir, melampaui perkiraan dan menandakan ketahanan ekonomi Negeri Tirai Bambu di tengah memanasnya kembali perang dagang dengan Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Administrasi Umum Bea Cukai China pada Senin (13/10/2025), pengiriman barang ke luar negeri naik 8,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada September, jauh di atas proyeksi median survei ekonom Bloomberg sebesar 6,6%.
Catatan ini menunjukkan belum ada tanda perlambatan dalam lonjakan ekspor yang mencapai rekor.
Sementara itu, impor tumbuh 7,4% pada September, juga melampaui perkiraan, dengan surplus perdagangan mencapai US$90,5 miliar.
Wakil Kepala Administrasi Bea Cukai China, Wang Jun, mengatakan, lingkungan eksternal saat ini tetap suram dan kompleks. “Perdagangan luar negeri menghadapi ketidakpastian dan tantangan yang meningkat. Dengan mempertimbangkan basis tinggi dari tahun lalu, kami perlu bekerja keras untuk menjaga stabilitas perdagangan pada kuartal IV," ujar Wang dalam konferensi pers di Beijing dikutip dari Bloomberg.
Menurut Michelle Lam, ekonom Societe Generale SA untuk China Raya, ekspor China tetap tangguh meskipun dikenai tarif tinggi oleh AS, berkat diversifikasi pasar dan daya saing industri yang kuat.
“Dampak terbatas dari tarif AS terhadap kinerja perdagangan sejauh ini kemungkinan membuat Beijing lebih percaya diri mengambil sikap tegas dalam negosiasi dengan Washington,” katanya.
Permintaan kuat dari pasar non-AS juga membantu menahan dampak kenaikan tarif tambahan yang diancam Presiden Donald Trump. Kinerja ekspor yang solid turut memberi dorongan bagi perekonomian domestik yang tengah tertekan deflasi serta pelemahan sektor properti.
China dijadwalkan merilis data ekonomi kuartal...